Kebiasaan Anak kecil
Kebiasaan Anak kecil
Haloo gan,, pada
kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit tips niiiieehh, terutama
buat si bunda yang sedang kebingungan karena setiap hari selalu mencuci celana
anaknya dikarenakan anaknya itu mempunyai kebiasaan jelek yaitu suka
ngompol,,he
Kalau di sebagian daerah ada satu mitos bahwa yang bisa
mengobati kebiasaan ngompol itu bisa dengan menggigitkan capung tepat di pusar
si anak .. Ada-ada saja yaa bund,, tapi adakalanya berhasil lohhh,, gak
percaya??/ silahkan aja bunda mencobanya. Tapi yang itu menurut persi yang percaya akan mitos.
Lalu bagai mana
menurut para Peneliti ?? yuuk langsung saja kita simak inilah jawabannya ..
Menghilangkan kebiasaan ngompol Nocturnal Enuresis atau
Mengompol merupakan istilah untuk seseorang yang buang air kecil tanpa
disadarinya saat mereka sedang tertidur, terutama pada malam hari. Mengompol
masih dianggap normal jika terjadi pada bayi atau anak usia balita. Menurut
penelitian, gejala ngompol terjadi setiap 1 dari 3 anak berusia 5 tahun dengan
jumlah paling banyak adalah terjadi pada anak laki-laki. Mengompol juga lumrah
dialami oleh anak-anak usia pra sekolah dasar yaitu pada anak usia 6 sampai 7
tahun, dimana menurut penelitian ini, 10 persen dari jumlah anak-anak usia
tersebut masih belum dapat lepas dari kebiasaan ngompol. Yang jadi permasalahan
adalah jika usia anak sudah diatas 7 tahun, namun anak masih suka ngompol,
tentu saja hal ini bisa merepotkan dan membuat rasa minder atau tidak
percayadiri pada anak. Dan seharusnya diatas usia7 tahun anak sudah bisa
mengatur kapan waktunya harus buang air kecil ke toilet seiring dengan
perkembangan otot-otot pada kandung kemihnya yang sudah stabil.
Salah satu penyebab uatama anak mengompol adalah karena
terlalu banyak minum sebelum tidur, padahal kemampuan tubuh anak terutama usia
balita belum bisa memberikan ‘alarm’ untuk membuat mereka terbangun ketika
ingin buang air kecil saat tidur. Selain hal tersebut ada beberapa faktor lain
yang menjadi faktor utama menyebabkan anak mengompol, diantaranya:
1. Faktor keturunan dan psikologis
Bila salah satu dari Ayah atau Ibu mengalami masalah
mengompol saat kecil, maka 40% kemungkinan si kecil akan mengalami masalah yang
serupa. Bila Anda berdua sama-sama pernah mengalami masalah mengompol, maka 70%
kemungkinan si kecil pun akan mengalami masalah mengompol.
Beberapa anak mengompol, ternyata juga bisanya mengalami
ketakutan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan baik itu dirumah maupun di
lingkungan sekolah. Sebagian lainnya, mengalami rasa tidak bahagia karena
kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, antara lain
karena bersaing mencari perhatian dengan adiknya yang baru lahir atau masih
bayi.
2. Faktor Hormon Vasopressin dan Produksi air kemih
Produksi hormon vasopresin atau Antidiuretic Aormone (ADH)
pada anak berumur dibawah 10 tahun secara normal tidak sebanyak mereka yang di
atas 10 tahun. Karena itu balita sudah sewajarnya mengompol. Hormon ADH ini
berfungsi memberitahu ginjal untuk mengurangi jumlah urin yang diproduksi.
Beberapa orang menghasilkan hormon ADH yang tidak tepat di malam hari sehingga
produksi urin tetap tinggi. Atau bisa juga produksi hormon ADH yang cukup tapi
tidak direspon oleh ginjal sehingga terus menghasilkan jumlah urin yang sama
seperti siang hari.
Pada beberapa anak, volume kemih yang diproduksi pada malam
hari cukup banyak (terutama ketika mereka banyak minum sebelum tidur atau
suasana dingin) sehingga kandung kemihnya lebih cepat penuh. Sedangkan pada
beberapa anak lainnya, volume air kemih yang diproduksi malam hari hanya
setengah dari produksi pada siang hari, sehingga kandung kemihnya tidak terlalu
penuh.
3. Tidur terlalu nyenyak dan memiliki kandung kemih yang
lebih kecil
Pada sebagian anak yang mengompol, orang tuanya mengeluhkan
anak mereka ketika tidur sangat sulit untuk dibangunkan ketika tengah malam.
Ini merupakan salah satu ciri khas pada anak-anak yang mengalami gangguan
mengompol.
Terutama jika anak memiliki kandung kemih yang kecil, tentu
saja anak akan mengompol akan lebih besar. Karena kandung kemih untuk menampung
urin yang lebih kecil, ketika produksi urin berlebih , akan membuat kandung
kemih tidak mampu menahan dan menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang
yang kemudian menyebabkan mengompol.
4. Mengalami keterlambatan proses pematangan sistem saraf
Pada sebagian anak, perkembangan metabolisme yang melibatkan
sistem saraf pusat, otot-otot pengontrol kembang-kempis kandung kemih, dan
kemampuan otaknya untuk memberi perintah ”bangun” kepada tubuh saat kandung
kemih penuh, berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.
Penanganan anak yang mengalami enuresis memang tidak mudah,
yang perlu diingat oleh orang tua adalah jangan menghukum atau memarahi anak
yang sering mengompol, karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi psikologis
dari si anak, mereka mungkin juga tidak nyaman dengan kebiasaannya ini. Oleh
karena itu, setidaknya dengan kasih sayang, kesabaran serta pengertian orang
tua untuk tidak memarahi atau menghukum ketika anak mengompol akan membantu
membangun kepercayaan diri pada si anak. Misalnya dengan memberikan sedikit
pujian saat anak Anda terbangun dalam kondisi tidak mengompol, pujian ini
merupakan motivasi pada si anak yang membuatnya semakin semangat untuk
benar-benar berhenti mengompol.
Bagaimana cara mengatasi anak yang masih suka mengompol?
Menurut kepercayaan orang jaman dahulu, mengatasi anak yang
masih sering mengompol yaitu dengan cara menggunakan capung, dimana capung
tersebut untuk menggigit pusar anak yang masih suka mengompol. Hal tersebut
memang belum terbukti secara ilmiah, tetapi sampai saat ini sebagian orang
masih banyak yang percaya dengan cara ini. Tetapi ada baiknya bagi para ibu
coba menggunakan beberapa cara dari Luvizhea.com untuk menghilangkan kebiasaan
mengompol pada anak, yaitu:
1. Mengatasi kebiasaan mengompol pada anak dengan Terapi
kebiasaan
Terapi perilaku sederhana bisa dilakukan agar anak tidak
mengompol lagi, yang bisa Anda lakukan antara lain:
Mengatasi masalah mengompol pada anak yakni bisa juga dengan
memperhatikan beberapa hal seperti memastikan anak mendapat asupan cairan yang
cukup yaitu sekitar lima sampai enam gelas per hari, serta hindari minuman yang
mengandung kafein, termasuk susu coklat ataupun menuman bersoda, karena
semuanya bersifat diuretik.
Latih anak untuk minum 30 menit sebelum tidur kemudian suruh
atau bawalah anak Anda ke kamar mandi untuk buang air kecil menjelang ia tidur.
Diharapkan ketika berangkat tidur, kadung kemihnya dalam keadaan kosong. hal
tersebut sangat efektif mencegah anak berhenti mengompol.
Membangunkan anak secara berkala sepanjang malam sesuai
waktu kebiasaan ia mengompol setiap malamnya juga dinilai efektif dalam
mengatasi anak mengompol, kalau tidak mau bangun Anda bisa menggendong ke kamar
mandi untuk kita pancing buang air kecil dan kemudian kembali ke tempat
tidurnya lagi setelah anak buang air kecil. Dengan mengajarkan anak untuk
bangun dan mengosongkan kandung kemih nya berkali-kali selama malam, diharapkan
bahwa anak pada akhirnya akan tetap kering dimalam hari. Jika anak dalam semalam
hanya sekali mengompol, Anda bisa membangunkan anak untuk buang air kecil saat
malam hari di pertengahan saat ia tidur. Jika jam tidur anak delapan jam, coba
bangunkan anak 4 jam setelah tidur.
Ciptakan kondisi yang baik dan kondusif buat mereka. Hidupkan
lampu toilet sepanjang malam, agar mereka bisa berjalan sendiri ketika semua
telah tertidur. Namun jika mereka enggan kekamar kecil, sediakan pis pot
disamping kamar tidur sehingga ketika terbangun, ada tempat bagi mereka untuk
buang air kecil.
Jangan berikan popok yang seakan membiarkan atau
memperbolehkan anak buang air kecil di kasur atau di celana.
Libatkan anak dalam aktivitas membersihkan bekas ompolnya
dalam suasana kerjasama yang baik tanpa kemarahan.
Untuk anak di atas 7 tahun yang masih ngompol, sebaiknya
lakukan teknik regresi untuk mencari tahu gangguan psikologis apa yang pernah
terjadi pada anak hingga memicu kebiasaan ini.
Anda bisa memberikan terapi pada buah hati Anda untuk
menguatkan otot kandung kemihnya. Caranya, saat ingin buang air kecil, ajari
untuk menahannya selama beberapa menit. Ingat, jangan terlalu lama menahannya,
karena dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Ia juga harus memiliki
kemampuan mengendalilan pikirannya supaya waspada terhadap perasaan ingin buang
air kecil ketika malam hari.
2. Mengatasi kebiasaan mengompol pada anak dengan Alarm
Kelembaban
Anda bisa menggunakan cara yang lebih modern dalam mengatasi
kebiasaan mengompol pada anak, yaitu dengan menggunakan Alarm Kelembaban. Alat
ini dianggap sebagai cara yang berguna dan sukses untuk mengatasi anak
mengompol, dimana alarm ini terdiri dari probe clip-on sensor. Penelitian medis
telah menunjukkan bahwa alarm kelembaban telah membantu banyak anak-anak tetap
kering. Pertama bisa digunakan alarm yang terhubung dengan perlak atau spray,
atau cara kedua menggunakan alarm yang secara khusus terhubung ke dalam popok
anak. Alarm tersebut akan menyala saat anak mulai mengompol, alarm membangunkan
anak, yang kemudian akan pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan buang air kecil
dan kemudian kembali tidur.Perlahan-lahan kondisi akan mengkondisikan otak
untuk merespon dengan tepat pesan dari kandung kemih selama tidur. Kesabaran
adalah kunci metode ini, Dikatakan berhasil jika anak sudah tidak mengompol
selama 14 hari berturut-turut. Reaksi anak terhadap bunyi alarm sangat penting
tapi keberhasilan latihan ini bisa dilakukan selama dua sampai empat bulan
hingga benar-benar dirasa efektif.
3. Mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan buah Duwet
buah juwet untuk obat ngompolBuah duwet atau disebut juga
dengan buah jamblang atau juga orang jawa sering menyebutnya juwet. Duwet
memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, terkait dengan aktivitas
antioksidannya yang tinggi yang disebabkan warna (pigmen) ungu yang dikenal
dengan nama antosianin. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah dan
memerangi aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan
kanker. Bukan hanya itu saja, hampir seluruh bagian tanaman duwet mengandung
saponin, flavonoida dan tanin. Jadi masih banyak manfaat buah duwet lainnya,
salah satunya juga bisa mengobati kebiasaan mengompol pada anak.
Jika sedang musim Juwet, dianjurkan untuk mengkonsumsi buah
juwet sebanyak-banyaknya. Atau Anda bisa membuat ramuan dengan bahan tujuh
butir biji duwet digiling sampai halus, lalu direbus dengan 2 cangkir air
bersama gula jawa, sampai airnya tinggal separuhnya. Minum setiap hari 1
cangkir sekitar jam 5 sore sampai sembuh. Adapun jika tidak musimnya, Anda bisa
menggunakan kulit pohon duwet. Ambil seukuran 2cm dengan panjang 10cm. Rebus
dengan air 2 gelas. Masukan babakan kulit pohon duwet dari awal proses memasak.
Jika sudah mendidih, angkat, lalu tiriskan, ramuan sudah siap minum.
4. Mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan Asetat
Desmopressin dan Imipramine (Tofranil)
Obat-obatan hanya diberikan pada anak di atas 7 tahun,
itupun dengan catatan, bila penanganan tanpa obat yang Luvizhea.com sebutkan
diatas tadi tidak berhasil dilakukan. Obat untuk menghilangkan kebiasaan
ngompol biasanya menjadi solusi terakhir. Asetat Desmopresin adalah hormon
sintetis yang memiliki efek anti-deuretik yang bekerja di ginjal untuk
mengurangi produksi urine dalam semalam. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet,
sirup, dan semprot hidung. Obat ini efektif mengatasi 70 persen kasus mengompol
pada anak-anak. Desmopresin mungkin berguna ketika anak butuh istirahat yang
cukup banyak atau ketika melakukan acara kemping di sekolah. Namun, kondisi
tersebut dapat kembali setelah penghentian penggunaan obat ini. Sementara obat
ini jauh lebih aman daripada Imipramine, namun masih dapat menyebabkan beberapa
efek samping. Jadi gunakanlah menurut anjuran dokter.
Selain itu, Imipramine (Tofranil) Obat ini adalah
antidepresan trisiklik. Hal ini dianggap baik untuk meningkatkan pola tidur
anak dan meningkatkan fungsi dari otot-otot halus yang ditemukan di dalam
kandung kemih. Obat ini membawa beberapa perbaikan untuk sekitar 30% dari
anak-anak yang telah mencobanya. Tetapi obat ini dapat menyebabkan efek samping
yang serius dan perlu diawasi secara ketat oleh resep dokter. Maka dari itu
obat ini tidak dianjurkan sebagai pengobatan pertama kali.
Sekian gan artikelnya semoga bermanfaat,,
Salam hangat Boboyu

No comments:
Post a Comment